Calon gubernur DKI Jakarta Hidayat Nur Wahid berharap pemilihan gubernur DKI Jakarta bisa selesai dalam satu putaran.
"Semoga pilkada ini hanya satu putaran supaya tidak mengganggu kegiatan di bulan puasa," kata calon gubernur bernomor urut empat itu di Jakarta, Rabu.
Dia juga berharap pelaksanaan pemilihan gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017 berjalan lancar, jujur, dan tak diwarnai kecurangan.
Menurut dia, kandidat gubernur DKI Jakarta sebaiknya memberikan contoh baik dengan tidak melakukan praktik yang tidak terpuji seperti politik uang dan intimidasi.
"Sebagai ibukota, ajang Pilkada DKI Jakarta akan jadi barometer ajang serupa untuk daerah-daerah lain dan di tingkat nasional," katanya.
Wednesday, July 11, 2012
Tuesday, June 12, 2012
korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia
Kejaksaan Agung menjelaskan 'perjalanan' terpidana 20 tahun megaskandal korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), Sherny Kojongian. Perjalanan Sherny dimulai saat dia kabur pada 1998.
Wakil Jaksa Agung Dharmono menjelaskan, Sherny kabur dengan paspor bertanggal 21 Oktober 1998 dengan nomor H130301. Paspor ini berlaku sampai 21 Oktober 2003. Sementara, Kejaksaan Agung memasukkan Sherny dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) pada 2002.
"Pada 2003 yang bersangkutan telah mendapatkan green card untuk menjadi warga negara Amerika," kata Dharmono dalam jumpa pers di kantor Kejaksaan Agung, Rabu 13 Juni 2012. Pada 2004, Sherny mengajukan permanent pesidence di Amerika Serikat.
Keberadaan Sherny di Negeri Paman Sam itu terendus saat 2009 yang bersangkutan mengajukan naturalisasi. "Kami menginformasikan Amerika yang bersangkutan termasuk DPO terkait tindak pidana."
Atas informasi dari Indonesia itu, Pemerintah Amerika Serikat kemudian meminta kelengkapan dokumen-dokumen yang menyebutkan Sherny adalah orang yang dicari Indonesia selama ini.
Pada 16 November 2010, Sherny ditahan otoritas Imigrasi Amerika yang dilanjutkan dengan sidang keimigrasian. Keputusan sidang tersebut, Sherny harus dideportasi ke Indonesia.
Sherny menolak. Mantan Direktur Kredit dan Treasury Bank Harapan Sentosa itu mengajukan banding. Amerika Serikat tetap pada keputusan awal, banding Sherny pun ditolak. "Pemerintah Amerika Serikat melalui Interpol memberitahu Indonesia agar yang bersangkutan dideportasi," jelas Dharmono.
Sherny kemudian tiba di Indonesia, hari ini pukul 08.10 WIB dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 823. Pagi tadi, Sherny tiba di Terminal Kedatangan Luar Negeri 2F Bandara Soekarno-Hatta dengan pengawalan ketat sejumlah petugas, termasuk petugas United States Immigration and Customs Enforcement (ICE) dan Interpol.
Pantauan VIVAnews, Sherny mengenakan baju hitam dibalut jaket hitam dan kaca mata hitam. Saat wanita berambut panjang ini berjalan ke luar dari Terminal 2F, keadaan tak terkendali.
Semula, pihak ICE dan Interpol bersama para jurnalis sudah sepakat peliputan dan pengambilan gambar akan dilakukan dari jarak lima meter. Namun entah apa sebabnya, keadaan menjadi kacau sesaat setelah Sherny ke luar dari Terminal 2F menuju Kantor Penerbangan Bandara Soekarno-Hatta, tempat semestinya proses serah terima dilakukan.
Menurut Dharmono, ada beberapa langkah penting yang dilakukan penegak hukum saat di Bandara Soekarno-Hatta terkait Sherny. Pertama, kata dia, penyerahan terpidana dari Amerika Serikat. Kedua, penyerahan terpidana dari Imigrasi ke Tim Terpadu untuk segera mengambil langkah-langkah hukum. Ketiga, penangkapan terpidana oleh Jaksa Jakarta Pusat dalam melaksanakan putusan hakim.
Wakil Jaksa Agung Dharmono menjelaskan, Sherny kabur dengan paspor bertanggal 21 Oktober 1998 dengan nomor H130301. Paspor ini berlaku sampai 21 Oktober 2003. Sementara, Kejaksaan Agung memasukkan Sherny dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) pada 2002.
"Pada 2003 yang bersangkutan telah mendapatkan green card untuk menjadi warga negara Amerika," kata Dharmono dalam jumpa pers di kantor Kejaksaan Agung, Rabu 13 Juni 2012. Pada 2004, Sherny mengajukan permanent pesidence di Amerika Serikat.
Keberadaan Sherny di Negeri Paman Sam itu terendus saat 2009 yang bersangkutan mengajukan naturalisasi. "Kami menginformasikan Amerika yang bersangkutan termasuk DPO terkait tindak pidana."
Atas informasi dari Indonesia itu, Pemerintah Amerika Serikat kemudian meminta kelengkapan dokumen-dokumen yang menyebutkan Sherny adalah orang yang dicari Indonesia selama ini.
Pada 16 November 2010, Sherny ditahan otoritas Imigrasi Amerika yang dilanjutkan dengan sidang keimigrasian. Keputusan sidang tersebut, Sherny harus dideportasi ke Indonesia.
Sherny menolak. Mantan Direktur Kredit dan Treasury Bank Harapan Sentosa itu mengajukan banding. Amerika Serikat tetap pada keputusan awal, banding Sherny pun ditolak. "Pemerintah Amerika Serikat melalui Interpol memberitahu Indonesia agar yang bersangkutan dideportasi," jelas Dharmono.
Sherny kemudian tiba di Indonesia, hari ini pukul 08.10 WIB dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 823. Pagi tadi, Sherny tiba di Terminal Kedatangan Luar Negeri 2F Bandara Soekarno-Hatta dengan pengawalan ketat sejumlah petugas, termasuk petugas United States Immigration and Customs Enforcement (ICE) dan Interpol.
Pantauan VIVAnews, Sherny mengenakan baju hitam dibalut jaket hitam dan kaca mata hitam. Saat wanita berambut panjang ini berjalan ke luar dari Terminal 2F, keadaan tak terkendali.
Semula, pihak ICE dan Interpol bersama para jurnalis sudah sepakat peliputan dan pengambilan gambar akan dilakukan dari jarak lima meter. Namun entah apa sebabnya, keadaan menjadi kacau sesaat setelah Sherny ke luar dari Terminal 2F menuju Kantor Penerbangan Bandara Soekarno-Hatta, tempat semestinya proses serah terima dilakukan.
Menurut Dharmono, ada beberapa langkah penting yang dilakukan penegak hukum saat di Bandara Soekarno-Hatta terkait Sherny. Pertama, kata dia, penyerahan terpidana dari Amerika Serikat. Kedua, penyerahan terpidana dari Imigrasi ke Tim Terpadu untuk segera mengambil langkah-langkah hukum. Ketiga, penangkapan terpidana oleh Jaksa Jakarta Pusat dalam melaksanakan putusan hakim.
Thursday, June 7, 2012
PDI Perjuangan Siap Dukung Incumbent Syahrul Yasin Limpo
Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan mengisyaratkan siap kembali mendukung incumbent Syahrul Yasin Limpo di Pilgub Sulsel 2013 asalkan mampu mendongkrak perolehan suara PDIP di Pemilu 2014. Syarat tersebut diungkapkan Sekjen PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo seusai melakukan pertemuan dengan Syahrul di Kantor DPP PDI Perjuangan Jalan Lenteng Agung,Jakarta, kemarin. Syahrul hadir di DPP untuk menyampaikan visi misinya kepada partai yang dipimpin Megawati Soekarno Putri itu. Berkurangnya perolehan kursi partai berlambang banteng moncong putih ini di DPRD Sulsel dipertanyakan DPP dalam pemaparan visi dan misi Syahrul tersebut.
Lima orang pengurus DPP PDI Perjuangan menerima Syahrul Yasin Limpo di antaranya Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo, dan Ketua Bidang Keagamaan DPP Hamka Haq. Kepada wartawan, Tjahjo Kumolo mengungkapkan, kendati pada pilgub lalu tidak memiliki kontrak politik untuk mendongkrak suara partai, namun perolehan kursi PDI justru anjlok.Padahal,Syahrul Yasin Limpo notabene diusung PDI Perjuangan pada pilgub 2007 lalu.
“Sebagai gubernur yang diusung PDI Perjuangan, Syahrul Yasin Limpo sangat berhasil. Tapi posisi politik dipertanyakan kenapa suara partai anjlok di Sulsel,”jelasnya usai pemaparan visi dan misi kepada media, kemarin. Sekadar diketahui,pada Pemilu 2009 lalu,PDI Perjuangan hanya mampu meraih tiga kursi. Padahal, pada periode sebelumnya, partai ini berhasil mendudukkan lima wakilnya di DPRD Sulsel.
Sementara,dua partai pengusung pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang (Sayang) pada pilgub 2007 yakni Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) masing-masing mendapatkan tujuh kursi. “Tapi Syahrul Yasin Limpo tidak bisa dimintai pertanggungjawabannya karena ini menjadi wilayah DPD I PDI Perjuangan Sulsel yang memang gagal. Kami hanya meminta apa programnya jika kembali terpilih lima tahun kedepan,”tandasnya.
Kendati demikian, Tjahjo Kumolo menyatakan, kebersamaan selama lima tahun terakhir menjadi strong point bagi Syahrul Yasin Limpo.Apalagi, dalam pandangan partai, incumbent mampu mengimplementasikan misi PDI Perjuangan untuk menyejahterahkan rakyat sesuai dengan empat pilar kebangsaan. Terkait kriteria calon yang akan diusung, Tjahjo mengungkapkan, calon gubernur yang akan diusung dalam Pilgub Sulsel secara politik dan ideologis tidak mengganggu komitmen PDI Perjuangan.
Politikus kelahiran 1 Desember 1957 ini menambahkan, hasil pemaparan visi dan misi dua bakal calon gubernur ini akan disampaikan ke Ketua Umum PDI Perjuangan,Megawati Soekarno Putri.Penetapan cagub usungan akan dilakukan dalam rapat pleno yang melibatkan DPD Sulsel. “Kemungkinan pekan depan sudah dilakukan pleno dan diterbitkan rekomendasi cagub yang diusung dalam Pilgub Sulsel,”tambahnya.
Terpisah,Syahrul Yasin Limpo mengaku optimistis kembali diusung PDI Perjuangan. Menurutnya, keberhasilan yang diraih dalam lima tahun terakhir tidak lepas dari peran partai tersebut sebagai pengusung dalam pilgub 2007 lalu. Mantan Bupati Gowa dua periode ini mengatakan, kebersamaan tersebut menjadi nilai plus dalam upaya menggaet dukungan PDI Perjuangan.
“Pemaparan saya tadi mengenai keberhasilan pembangunan Sulsel khususnya menyejahterakan rakyat Sulsel yang sekaligus menjadi pertanggung jawaban sebagai cagub yang diusung dalam pilgub lalu,”jelasnya. Kendati demikian, Syahrul mengaku tetap mengikuti mekanisme yang ditetapkan partai tersebut.Menurutnya, prosedur tersebut sudah baku dan berlaku di seluruh daerah.
“Mudah-mudahan keberhasilan itu memperkuat penetapan DPP. Saya optimistis kembali diusung,”tambahnya. Sementara,Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sulsel, Rudy Pieter Goni menambahkan,bakal calon gubernur Ilham Arief Sirajudddin dijadwalkan akan memaparkan visi dan misi, Kamis (7/6) hari ini.
Lima orang pengurus DPP PDI Perjuangan menerima Syahrul Yasin Limpo di antaranya Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo, dan Ketua Bidang Keagamaan DPP Hamka Haq. Kepada wartawan, Tjahjo Kumolo mengungkapkan, kendati pada pilgub lalu tidak memiliki kontrak politik untuk mendongkrak suara partai, namun perolehan kursi PDI justru anjlok.Padahal,Syahrul Yasin Limpo notabene diusung PDI Perjuangan pada pilgub 2007 lalu.
“Sebagai gubernur yang diusung PDI Perjuangan, Syahrul Yasin Limpo sangat berhasil. Tapi posisi politik dipertanyakan kenapa suara partai anjlok di Sulsel,”jelasnya usai pemaparan visi dan misi kepada media, kemarin. Sekadar diketahui,pada Pemilu 2009 lalu,PDI Perjuangan hanya mampu meraih tiga kursi. Padahal, pada periode sebelumnya, partai ini berhasil mendudukkan lima wakilnya di DPRD Sulsel.
Sementara,dua partai pengusung pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang (Sayang) pada pilgub 2007 yakni Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) masing-masing mendapatkan tujuh kursi. “Tapi Syahrul Yasin Limpo tidak bisa dimintai pertanggungjawabannya karena ini menjadi wilayah DPD I PDI Perjuangan Sulsel yang memang gagal. Kami hanya meminta apa programnya jika kembali terpilih lima tahun kedepan,”tandasnya.
Kendati demikian, Tjahjo Kumolo menyatakan, kebersamaan selama lima tahun terakhir menjadi strong point bagi Syahrul Yasin Limpo.Apalagi, dalam pandangan partai, incumbent mampu mengimplementasikan misi PDI Perjuangan untuk menyejahterahkan rakyat sesuai dengan empat pilar kebangsaan. Terkait kriteria calon yang akan diusung, Tjahjo mengungkapkan, calon gubernur yang akan diusung dalam Pilgub Sulsel secara politik dan ideologis tidak mengganggu komitmen PDI Perjuangan.
Politikus kelahiran 1 Desember 1957 ini menambahkan, hasil pemaparan visi dan misi dua bakal calon gubernur ini akan disampaikan ke Ketua Umum PDI Perjuangan,Megawati Soekarno Putri.Penetapan cagub usungan akan dilakukan dalam rapat pleno yang melibatkan DPD Sulsel. “Kemungkinan pekan depan sudah dilakukan pleno dan diterbitkan rekomendasi cagub yang diusung dalam Pilgub Sulsel,”tambahnya.
Terpisah,Syahrul Yasin Limpo mengaku optimistis kembali diusung PDI Perjuangan. Menurutnya, keberhasilan yang diraih dalam lima tahun terakhir tidak lepas dari peran partai tersebut sebagai pengusung dalam pilgub 2007 lalu. Mantan Bupati Gowa dua periode ini mengatakan, kebersamaan tersebut menjadi nilai plus dalam upaya menggaet dukungan PDI Perjuangan.
“Pemaparan saya tadi mengenai keberhasilan pembangunan Sulsel khususnya menyejahterakan rakyat Sulsel yang sekaligus menjadi pertanggung jawaban sebagai cagub yang diusung dalam pilgub lalu,”jelasnya. Kendati demikian, Syahrul mengaku tetap mengikuti mekanisme yang ditetapkan partai tersebut.Menurutnya, prosedur tersebut sudah baku dan berlaku di seluruh daerah.
“Mudah-mudahan keberhasilan itu memperkuat penetapan DPP. Saya optimistis kembali diusung,”tambahnya. Sementara,Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sulsel, Rudy Pieter Goni menambahkan,bakal calon gubernur Ilham Arief Sirajudddin dijadwalkan akan memaparkan visi dan misi, Kamis (7/6) hari ini.
Friday, May 25, 2012
Pencalonan Andi Rudiyanto Asapa-Andi Nawir Pasinringi
Partai Gerindra menyatakan kesiapannya memperjuangkan pencalonan Andi Rudiyanto Asapa-Andi Nawir Pasinringi meski harus maju lewat jalur independen di Pilgub Sulsel 2013. Wakil Ketua DPD Gerindra Sulsel Nasrullah Mustamin mengatakan, apapun yang menjadi keputusan Rudi-Nawir di pilgub, partainya akan setia berada di garda terdepan untuk memenangkannya, bahkan bila partai pengusung tak mencukupi persyaratan. “Sejauh ini kami masih optimistis Rudi-Nawir maju lewat usungan partai.Malah belum terpikir beliau di jalur perseorangan (independen).
Tapi kalau memang di kemudian hari seperti itu,Gerindra tidak ada masalah. Kami siap mem-back up,” ujar Nasrullah kepada media, kemarin. Partai Gerindra masih menampik jika jajarannya disebut- sebut sedang menggalang dukungan warga melalui pengumpulan fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) secara diam-diam, sebagai antisipasi jika gagal mendapat dukungan partai.
Sementara beredar kabar, seluruh DPC se-Sulsel sudah diintruksikan untuk melakukan antisipasi itu. Hingga saat ini, partai incaran yang diharapkan mengusung Rudi-Nawir belum ada kejelasan,baik dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) maupun Partai Hanura. Bahkan, dua partai yang masing-masing memiliki tujuh kursi di DPRD Sulsel itu justru semakin menguat ke pasangan Ilham Arief Sirajuddin- Aziz Qahhar Mudzakkar.
Tak hanya itu, koalisi nonparlemen sebanyak 22 partai dengan persentase suara secara keseluruhan sekitar 18%, juga sudah tidak utuh.Sebab, sebagian besar sudah mengalihkan dukungan secara tertulis ke Ilham-Aziz serta ke duet incumbent Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang. Kondisi itu tak menutup kemungkinan Rudi-Nawir harus menempuh jalur independen.
Apalagi di sisa waktu yang ada, masih memungkinkan menggalang dukungan warga sekitar 400.000 atau 4% dari jumlah penduduk di Sulsel yang mencapai 10 juta jiwa. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel Jayadi Nas menjelaskan, setiap bakal calon yang ingin maju lewat jalur perseorangan, harus menyerahkan dukungan secara tertulis yang disertai fotokopi KTP paling lambat Agustus 2012.
“Kalau ada yang maju lewat jalur itu, silahkan kumpulkan dukungan dari sekarang. Tapi kami ingatkan harus benar-benar valid yang memberi dukungan, karena setelah pengumpulan di KPU, akan ada verifikasi di lapangan selama dua bulan,” papar Jayadi. Rencananya, dalam waktu dekat KPU akan menyampaikan syarat resmi bakal calon perseorangan, terutama setelah penyerahan secara resmi data jumlah penduduk terbaru di Sulsel selama 2012. Sebab, acuan dukungan yang harus dikumpulkan harus berdasar data tersebut.
Tapi kalau memang di kemudian hari seperti itu,Gerindra tidak ada masalah. Kami siap mem-back up,” ujar Nasrullah kepada media, kemarin. Partai Gerindra masih menampik jika jajarannya disebut- sebut sedang menggalang dukungan warga melalui pengumpulan fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) secara diam-diam, sebagai antisipasi jika gagal mendapat dukungan partai.
Sementara beredar kabar, seluruh DPC se-Sulsel sudah diintruksikan untuk melakukan antisipasi itu. Hingga saat ini, partai incaran yang diharapkan mengusung Rudi-Nawir belum ada kejelasan,baik dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) maupun Partai Hanura. Bahkan, dua partai yang masing-masing memiliki tujuh kursi di DPRD Sulsel itu justru semakin menguat ke pasangan Ilham Arief Sirajuddin- Aziz Qahhar Mudzakkar.
Tak hanya itu, koalisi nonparlemen sebanyak 22 partai dengan persentase suara secara keseluruhan sekitar 18%, juga sudah tidak utuh.Sebab, sebagian besar sudah mengalihkan dukungan secara tertulis ke Ilham-Aziz serta ke duet incumbent Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang. Kondisi itu tak menutup kemungkinan Rudi-Nawir harus menempuh jalur independen.
Apalagi di sisa waktu yang ada, masih memungkinkan menggalang dukungan warga sekitar 400.000 atau 4% dari jumlah penduduk di Sulsel yang mencapai 10 juta jiwa. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel Jayadi Nas menjelaskan, setiap bakal calon yang ingin maju lewat jalur perseorangan, harus menyerahkan dukungan secara tertulis yang disertai fotokopi KTP paling lambat Agustus 2012.
“Kalau ada yang maju lewat jalur itu, silahkan kumpulkan dukungan dari sekarang. Tapi kami ingatkan harus benar-benar valid yang memberi dukungan, karena setelah pengumpulan di KPU, akan ada verifikasi di lapangan selama dua bulan,” papar Jayadi. Rencananya, dalam waktu dekat KPU akan menyampaikan syarat resmi bakal calon perseorangan, terutama setelah penyerahan secara resmi data jumlah penduduk terbaru di Sulsel selama 2012. Sebab, acuan dukungan yang harus dikumpulkan harus berdasar data tersebut.
Incumbent Syahrul Yasin Limpo
Incumbent Syahrul Yasin Limpo hampir pasti mengantongi rekomendasi dukungan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Rencananya, rekomendasi dukungan akan diterima Gubernur Sulsel itu pada awal Juli mendatang. Sekretaris DPW PPP Sulsel M Aras mengaku, sudah menetapkan dua nama yang akan dikirim ke DPP melalui rapat pleno pengurus harian DPW PPP Sulsel, Kamis (24/5). Dua nama yang akan dirikim, yakni Syahrul Yasin Limpo dan Amir Uskara.
Dua nama itu mencuat saat Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) PPP beberapa waktu lalu. “Berdasarkan rapat pleno, sudah ditetapkan dua nama, yakni Pak Syahrul dan Pak Amir,”ujarnya kemarin.“Kami memasukkan nama Pak Amir untuk dikirim ke DPP, karena merujuk hasil rapat pimpinan wilayah PPP Sulsel,” imbuhnya. Peluang Syahrul mendapat dukungan dari partai berbasis Islam itu memang sangat terbuka lebar.
Apalagi,Ketua Umum PPP Suryadharma Ali secara terang-terangan menyatakan akan memberikan rekomendasi ke Syahrul saat berkunjung ke Makassar, pekan lalu. Suryadharma juga pernah berjanji akan menerbitkan rekomendasi ke Syahrul paling lambat satu minggu setelah adanya hasil rapat pleno PPP yang digelar belum lama ini.
Saat ditanya soal sikap sejumlah kader yang menolak adanya hasil muskerwil dan rapimwil PPP, Aras mengaku bahwa sikap tersebut merupakan luapan kekecewaan karena tidak sesuai dengan aspirasi pengurus DPC PPP.“Wajar kalau ada kader yang kecewa, tapi jangan lama-lama. Kalau sudah ada keputusan DPP, mereka harus menerimanya,” katanya
Dua nama itu mencuat saat Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) PPP beberapa waktu lalu. “Berdasarkan rapat pleno, sudah ditetapkan dua nama, yakni Pak Syahrul dan Pak Amir,”ujarnya kemarin.“Kami memasukkan nama Pak Amir untuk dikirim ke DPP, karena merujuk hasil rapat pimpinan wilayah PPP Sulsel,” imbuhnya. Peluang Syahrul mendapat dukungan dari partai berbasis Islam itu memang sangat terbuka lebar.
Apalagi,Ketua Umum PPP Suryadharma Ali secara terang-terangan menyatakan akan memberikan rekomendasi ke Syahrul saat berkunjung ke Makassar, pekan lalu. Suryadharma juga pernah berjanji akan menerbitkan rekomendasi ke Syahrul paling lambat satu minggu setelah adanya hasil rapat pleno PPP yang digelar belum lama ini.
Saat ditanya soal sikap sejumlah kader yang menolak adanya hasil muskerwil dan rapimwil PPP, Aras mengaku bahwa sikap tersebut merupakan luapan kekecewaan karena tidak sesuai dengan aspirasi pengurus DPC PPP.“Wajar kalau ada kader yang kecewa, tapi jangan lama-lama. Kalau sudah ada keputusan DPP, mereka harus menerimanya,” katanya
DPD I Partai Golkar Sulsel
DPD I Partai Golkar Sulsel masih menunggu sikap resmi Ketua DPD II Golkar Takalar Natsir Ibrahim terkait kesediaannya mendampingi Burhanuddin Baharuddin yang sudah ditetapkan sebagai calon bupati Takalar oleh DPP Golkar.
Ketua DPD I Golkar Sulsel Syahrul Yasin Limpo meminta kepada pengurus Golkar Takalar untuk merangkul Natsir dan melakukan rekonsiliasi satu pekan ke depan. Mantan bupati Gowa duaperiodeinimenginginkan agar Natsir berpasangan dengan Burhanuddin di Takalar. “Saya minta rekonsiliasi Golkar Takalar sampai satu minggu ke depan.
Sekarang tugas kita adalah menyatukan dua kader ini,”imbau Syahrul saat menerima pengurus DPD II Golkar Takalar di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel,kemarin. Jika hingga tenggat waktu tersebut belum juga ada jawaban atau Natsir memutuskan maju dengan partai lain, Syahrul menegaskan bahwa Golkar akan memberi sanksi tegas.
Puluhan pengurus dan kader Golkar Takalar kemarin menemui Syahrul untuk meminta petunjuk terkait kisruh yang terjadi di kabupaten berjuluk Butta Panrannuangku itu. Menurut Syahrul, munculnya riak di Takalar merupakan aksi spontanitas pendukung saja.Dia menilai jika kondisi itu hanya emosi sesaat,karena hasil keputusan DPP yang tak sesuai dengan keinginan mereka.
“Keputusan DPPdiambildengansurveiyang ketat dan sesuai mekanisme partai. Ini murni berdasarkan survei yang dilakukan sampai enam kali oleh DPP,”paparnya. Sekretaris DPD II Golkar Takalar Alamsyah mengatakan, tujuan menemui Ketua DPD I Golkar Sulsel itu untuk menegaskan bahwa Golkar Takalar masih solid
Ketua DPD I Golkar Sulsel Syahrul Yasin Limpo meminta kepada pengurus Golkar Takalar untuk merangkul Natsir dan melakukan rekonsiliasi satu pekan ke depan. Mantan bupati Gowa duaperiodeinimenginginkan agar Natsir berpasangan dengan Burhanuddin di Takalar. “Saya minta rekonsiliasi Golkar Takalar sampai satu minggu ke depan.
Sekarang tugas kita adalah menyatukan dua kader ini,”imbau Syahrul saat menerima pengurus DPD II Golkar Takalar di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel,kemarin. Jika hingga tenggat waktu tersebut belum juga ada jawaban atau Natsir memutuskan maju dengan partai lain, Syahrul menegaskan bahwa Golkar akan memberi sanksi tegas.
Puluhan pengurus dan kader Golkar Takalar kemarin menemui Syahrul untuk meminta petunjuk terkait kisruh yang terjadi di kabupaten berjuluk Butta Panrannuangku itu. Menurut Syahrul, munculnya riak di Takalar merupakan aksi spontanitas pendukung saja.Dia menilai jika kondisi itu hanya emosi sesaat,karena hasil keputusan DPP yang tak sesuai dengan keinginan mereka.
“Keputusan DPPdiambildengansurveiyang ketat dan sesuai mekanisme partai. Ini murni berdasarkan survei yang dilakukan sampai enam kali oleh DPP,”paparnya. Sekretaris DPD II Golkar Takalar Alamsyah mengatakan, tujuan menemui Ketua DPD I Golkar Sulsel itu untuk menegaskan bahwa Golkar Takalar masih solid
Friday, March 23, 2012
Pertumbuhan Ekonomi Bulukumba
Tahun ini,Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba menargetkan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 7% atau meningkat 0,5% dari tahun sebelumnya 6,5%. Peningkatan pertumbuhan ekonomi itu optimistis bisa dicapai dari sektor pertanian, perdagangan, restoran, dan beberapa sumber ekonomi lainnya.
Kami mengharapkan semua sektor unggulan dapat bergerak secara optimal sehingga ke depan bisa memberikan kontribusi dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi secara signifikan di daerah ini,” kata Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan saat membuka musyawarah perencanaan pembangunan (musrembang) tingkat kabupatendiRuangPolaKantorBupati, kemarin. Dalam kesempatan itu, Bupati juga menegur keras Kepala SKPD Bulukumba yang tidak hadir dalam musrembang. Menurut dia, kegiatan ini penting dihadiri. Sebab, kualitas pembangunan sangat ditentukan dengan perencanaan yang baik.
“Musrembang ini bagian menyinergiskan antara visi Pemkab dan aspirasi yang berkembang di masyarakat,” papar dia. Kepala Bappeda Bulukumba Andi Irwan Idjo mengungkapkan, ke depan, perencanaan pembangunan pemerintah lebih fokus pada peningkatan kualitas pelayanan dasar dan pembangunan wilayah secara berkeadilan.
Kami mengharapkan semua sektor unggulan dapat bergerak secara optimal sehingga ke depan bisa memberikan kontribusi dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi secara signifikan di daerah ini,” kata Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan saat membuka musyawarah perencanaan pembangunan (musrembang) tingkat kabupatendiRuangPolaKantorBupati, kemarin. Dalam kesempatan itu, Bupati juga menegur keras Kepala SKPD Bulukumba yang tidak hadir dalam musrembang. Menurut dia, kegiatan ini penting dihadiri. Sebab, kualitas pembangunan sangat ditentukan dengan perencanaan yang baik.
“Musrembang ini bagian menyinergiskan antara visi Pemkab dan aspirasi yang berkembang di masyarakat,” papar dia. Kepala Bappeda Bulukumba Andi Irwan Idjo mengungkapkan, ke depan, perencanaan pembangunan pemerintah lebih fokus pada peningkatan kualitas pelayanan dasar dan pembangunan wilayah secara berkeadilan.
Subscribe to:
Posts (Atom)