Thursday, September 22, 2011

Account Officer PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja

Account Officer PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) Cabang Makassar Luky Julianto mengatakan, sudah ada sekitar 97 perusahaan di Bantaeng ikut kepesertaan Jamsostek. Untuk sektor formal ada tiga perusahaan yang sudah ikut Jamsostek. “Alhamdulillah, kami melihat perkembangan signifikan untuk keanggotaan kepesertaan Jamsostek di Bantaeng. Sebagian besar perusahaan tersebut berada di sektor industri,” ungkap Luky Julianto, di Kantor Dinsosnakertrans Bantaeng, kemarin.

Bagian Verifikator Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) PT Jamsostek Makassar Sunardi Syahid mengatakan, Bantaeng punya banyak potensi kelompok usaha dan industri yang memiliki risiko kerja tinggi. Dengan masuk Program Jamsostek, minimal dapat mengurangi beban kelompok dan perusahaan tersebut.“Khususnya Pemeliharaan Kesehatan dan Jaminan Kecelakaan,” ujarnya.

Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinsosnakertrans Bantaeng Syahrul Bayan, menjelaskan pihaknya membantu sosialisasi Jamsostek di Bantaeng,sekaligus mendatangi RSUD Prof Anwar Makkatutu merancang kerja sama dengan PT Jamsostek. Kerja sama ini bertujuan menjadikan RSUD Prof Anwar Makkatutu, sebagai rumah sakit rujukan Jamsostek Program JPK.

“Saat ini, kami lakukan upaya sinergi dengan pihak Jamsostek Cabang Makassar, agar terjadi peningkatan kepesertaan perlindungan tenaga kerja, baik sektor formal maupun informal di Kabupaten Bantaeng,” ujar Syahrul Tim Sosialisasi Jamsostek menurut Syahrul, memaparkan tentang Program Jamsostek yang terdiri dari Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK).

Hal itu sebagai tindak lanjut surat edaran Bupati Bantaeng No 450/469/VIII/2011 tentang pelaksanaan perlindungan Jamsostek bagi tenaga kerja di Bantaeng. Demikian catatan online Wong Ndeso yang berjudul Account Officer PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja.

Friday, September 9, 2011

kanker payudara

Ping dari Komodo Island is the NEW 7 Wonders of The World untuk keyword Jasa Export Import dalam topik kanker payudara. Jaenah, warga Dusun Tangnga-Tangnga, Desa Tubo Selatan, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene, yang menderita kanker payudara dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Majene, kemarin.

Sehari sebelum diantar ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Bupati Majene Kalma Katta bersama rombongan yang terdiri atas para camat, menjenguk Jaenah setelah menghadiri peresmian Kantor Desa Tubo Selatan yang dirangkaikan dengan peringatan halalbihalal di desa itu. “Pak Bupati bersama rombongan berkesempatan menjenguk warga kami yang menderita kanker ini.

Beliau meminta Jaenah dirujuk ke RSUD dan beliau juga menyerahkan bantuan,” kata Kepala Dusun Tangnga-Tangnga Muhammad Tahir,kemarin. Sebelum Bupati, pagi hari itu juga berkunjung Kepala Puskesmas Sendana II Sarja dengan menyerahkan berbagai obat-obatan. “Beliau melihat berita penderita kanker tersebut pada media,”papar dia. Selain Bupati Majene Kalma Katta beserta rombongan, Kepala Puskesmas Sendana II Sarja, juga beberapa anggota Komisi III DPRD Majene juga menjenguk Jaenah.

Bahkan Komisi yang membidangi Pendidikan, Kesehatan, dan Kesejahteraan ini pada hari itu juga berniat mendatangkan ambulans untuk membawa Jaenah ke RSUD Majene. “Pokoknya hari ini juga saya datangkan ambulans. Jadi, sekarang siapkan siapa keluarga yang akan mendampinginya ke RSUD,” kata anggota Komisi III DPRD Majene Adi Ahsan.

Adi Ahsan yang mewakili Komisi III DPRD Majene,gagal membawa Jaenah ke RSUD pada hari itu juga karena pihak keluarga Jaenah belum dapat mengambil keputusan. Karena itu,pihak keluarga diminta bermusyawarah terlebih dahulu. “Kami akan musyawarah dulu Pak. Kami segera mengirim kabar apabila sudah ada hasil musyawarah keluarga,” ujar Kepala Dusun Tangnga- Tangnga Muhammad Tahir mewakili keluarga Jaenah.

Keputusan musyawarah keluarga akhirnya diambil setelah pukul 20.00 Wita. Mereka merelakan Jaenah dirujuk di RSUD Majene dan ada pihak keluarga yang akan mendampingi. Keputusan itu disampaikan ke Komisi III dan Puskesmas Sendana II. Kamis (8/9), pukul 11.00 Wita, Jaenah yang diangkut menggunakan ambulans Puskesmas Sendana II, tiba di IGD RSUD Majene.Petugas IGD rumah sakit tersebut langsung melakukan penanganan.

Hingga kemarin,Jaenah masih mendapat perawatan di IGD RSUD Majene. Petugas membuka pembalut bayi yang dibalutkan ke payudara Jaenah sebelah kiri yang terkena kanker itu.Kondisi terakhir, luka di payudara Jaenah tidak lagi terlihat adanya ulat, tapi lukanya itu berongga cukup lebar dan dalam.

Sementara itu nasib berbeda dialami Alimuddin yang menderita tumor ganas di wajahnya. Hingga kemarin Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene belum memberikan bantuan berupa perawatan medis sebagaimana yang diterima Jaenah. Demikian Catatan Online Blog Komodo Island is the NEW 7 Wonders of The World dengan judul kanker payudara.