Friday, May 25, 2012

Pencalonan Andi Rudiyanto Asapa-Andi Nawir Pasinringi

Partai Gerindra menyatakan kesiapannya memperjuangkan pencalonan Andi Rudiyanto Asapa-Andi Nawir Pasinringi meski harus maju lewat jalur independen di Pilgub Sulsel 2013. Wakil Ketua DPD Gerindra Sulsel Nasrullah Mustamin mengatakan, apapun yang menjadi keputusan Rudi-Nawir di pilgub, partainya akan setia berada di garda terdepan untuk memenangkannya, bahkan bila partai pengusung tak mencukupi persyaratan. “Sejauh ini kami masih optimistis Rudi-Nawir maju lewat usungan partai.Malah belum terpikir beliau di jalur perseorangan (independen).

Tapi kalau memang di kemudian hari seperti itu,Gerindra tidak ada masalah. Kami siap mem-back up,” ujar Nasrullah kepada media, kemarin. Partai Gerindra masih menampik jika jajarannya disebut- sebut sedang menggalang dukungan warga melalui pengumpulan fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) secara diam-diam, sebagai antisipasi jika gagal mendapat dukungan partai.

Sementara beredar kabar, seluruh DPC se-Sulsel sudah diintruksikan untuk melakukan antisipasi itu. Hingga saat ini, partai incaran yang diharapkan mengusung Rudi-Nawir belum ada kejelasan,baik dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) maupun Partai Hanura. Bahkan, dua partai yang masing-masing memiliki tujuh kursi di DPRD Sulsel itu justru semakin menguat ke pasangan Ilham Arief Sirajuddin- Aziz Qahhar Mudzakkar.

Tak hanya itu, koalisi nonparlemen sebanyak 22 partai dengan persentase suara secara keseluruhan sekitar 18%, juga sudah tidak utuh.Sebab, sebagian besar sudah mengalihkan dukungan secara tertulis ke Ilham-Aziz serta ke duet incumbent Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang. Kondisi itu tak menutup kemungkinan Rudi-Nawir harus menempuh jalur independen.

Apalagi di sisa waktu yang ada, masih memungkinkan menggalang dukungan warga sekitar 400.000 atau 4% dari jumlah penduduk di Sulsel yang mencapai 10 juta jiwa. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel Jayadi Nas menjelaskan, setiap bakal calon yang ingin maju lewat jalur perseorangan, harus menyerahkan dukungan secara tertulis yang disertai fotokopi KTP paling lambat Agustus 2012.

“Kalau ada yang maju lewat jalur itu, silahkan kumpulkan dukungan dari sekarang. Tapi kami ingatkan harus benar-benar valid yang memberi dukungan, karena setelah pengumpulan di KPU, akan ada verifikasi di lapangan selama dua bulan,” papar Jayadi. Rencananya, dalam waktu dekat KPU akan menyampaikan syarat resmi bakal calon perseorangan, terutama setelah penyerahan secara resmi data jumlah penduduk terbaru di Sulsel selama 2012. Sebab, acuan dukungan yang harus dikumpulkan harus berdasar data tersebut.

Incumbent Syahrul Yasin Limpo

Incumbent Syahrul Yasin Limpo hampir pasti mengantongi rekomendasi dukungan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Rencananya, rekomendasi dukungan akan diterima Gubernur Sulsel itu pada awal Juli mendatang. Sekretaris DPW PPP Sulsel M Aras mengaku, sudah menetapkan dua nama yang akan dikirim ke DPP melalui rapat pleno pengurus harian DPW PPP Sulsel, Kamis (24/5). Dua nama yang akan dirikim, yakni Syahrul Yasin Limpo dan Amir Uskara.

Dua nama itu mencuat saat Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) PPP beberapa waktu lalu. “Berdasarkan rapat pleno, sudah ditetapkan dua nama, yakni Pak Syahrul dan Pak Amir,”ujarnya kemarin.“Kami memasukkan nama Pak Amir untuk dikirim ke DPP, karena merujuk hasil rapat pimpinan wilayah PPP Sulsel,” imbuhnya. Peluang Syahrul mendapat dukungan dari partai berbasis Islam itu memang sangat terbuka lebar.

Apalagi,Ketua Umum PPP Suryadharma Ali secara terang-terangan menyatakan akan memberikan rekomendasi ke Syahrul saat berkunjung ke Makassar, pekan lalu. Suryadharma juga pernah berjanji akan menerbitkan rekomendasi ke Syahrul paling lambat satu minggu setelah adanya hasil rapat pleno PPP yang digelar belum lama ini.

Saat ditanya soal sikap sejumlah kader yang menolak adanya hasil muskerwil dan rapimwil PPP, Aras mengaku bahwa sikap tersebut merupakan luapan kekecewaan karena tidak sesuai dengan aspirasi pengurus DPC PPP.“Wajar kalau ada kader yang kecewa, tapi jangan lama-lama. Kalau sudah ada keputusan DPP, mereka harus menerimanya,” katanya

DPD I Partai Golkar Sulsel

DPD I Partai Golkar Sulsel masih menunggu sikap resmi Ketua DPD II Golkar Takalar Natsir Ibrahim terkait kesediaannya mendampingi Burhanuddin Baharuddin yang sudah ditetapkan sebagai calon bupati Takalar oleh DPP Golkar.

Ketua DPD I Golkar Sulsel Syahrul Yasin Limpo meminta kepada pengurus Golkar Takalar untuk merangkul Natsir dan melakukan rekonsiliasi satu pekan ke depan. Mantan bupati Gowa duaperiodeinimenginginkan agar Natsir berpasangan dengan Burhanuddin di Takalar. “Saya minta rekonsiliasi Golkar Takalar sampai satu minggu ke depan.

Sekarang tugas kita adalah menyatukan dua kader ini,”imbau Syahrul saat menerima pengurus DPD II Golkar Takalar di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel,kemarin. Jika hingga tenggat waktu tersebut belum juga ada jawaban atau Natsir memutuskan maju dengan partai lain, Syahrul menegaskan bahwa Golkar akan memberi sanksi tegas.

Puluhan pengurus dan kader Golkar Takalar kemarin menemui Syahrul untuk meminta petunjuk terkait kisruh yang terjadi di kabupaten berjuluk Butta Panrannuangku itu. Menurut Syahrul, munculnya riak di Takalar merupakan aksi spontanitas pendukung saja.Dia menilai jika kondisi itu hanya emosi sesaat,karena hasil keputusan DPP yang tak sesuai dengan keinginan mereka.

“Keputusan DPPdiambildengansurveiyang ketat dan sesuai mekanisme partai. Ini murni berdasarkan survei yang dilakukan sampai enam kali oleh DPP,”paparnya. Sekretaris DPD II Golkar Takalar Alamsyah mengatakan, tujuan menemui Ketua DPD I Golkar Sulsel itu untuk menegaskan bahwa Golkar Takalar masih solid