Kejaksaan Agung menjelaskan 'perjalanan' terpidana 20 tahun megaskandal korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), Sherny Kojongian. Perjalanan Sherny dimulai saat dia kabur pada 1998.
Wakil Jaksa Agung Dharmono menjelaskan, Sherny kabur dengan paspor bertanggal 21 Oktober 1998 dengan nomor H130301. Paspor ini berlaku sampai 21 Oktober 2003. Sementara, Kejaksaan Agung memasukkan Sherny dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) pada 2002.
"Pada 2003 yang bersangkutan telah mendapatkan green card untuk menjadi warga negara Amerika," kata Dharmono dalam jumpa pers di kantor Kejaksaan Agung, Rabu 13 Juni 2012. Pada 2004, Sherny mengajukan permanent pesidence di Amerika Serikat.
Keberadaan Sherny di Negeri Paman Sam itu terendus saat 2009 yang bersangkutan mengajukan naturalisasi. "Kami menginformasikan Amerika yang bersangkutan termasuk DPO terkait tindak pidana."
Atas informasi dari Indonesia itu, Pemerintah Amerika Serikat kemudian meminta kelengkapan dokumen-dokumen yang menyebutkan Sherny adalah orang yang dicari Indonesia selama ini.
Pada 16 November 2010, Sherny ditahan otoritas Imigrasi Amerika yang dilanjutkan dengan sidang keimigrasian. Keputusan sidang tersebut, Sherny harus dideportasi ke Indonesia.
Sherny menolak. Mantan Direktur Kredit dan Treasury Bank Harapan Sentosa itu mengajukan banding. Amerika Serikat tetap pada keputusan awal, banding Sherny pun ditolak. "Pemerintah Amerika Serikat melalui Interpol memberitahu Indonesia agar yang bersangkutan dideportasi," jelas Dharmono.
Sherny kemudian tiba di Indonesia, hari ini pukul 08.10 WIB dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 823. Pagi tadi, Sherny tiba di Terminal Kedatangan Luar Negeri 2F Bandara Soekarno-Hatta dengan pengawalan ketat sejumlah petugas, termasuk petugas United States Immigration and Customs Enforcement (ICE) dan Interpol.
Pantauan VIVAnews, Sherny mengenakan baju hitam dibalut jaket hitam dan kaca mata hitam. Saat wanita berambut panjang ini berjalan ke luar dari Terminal 2F, keadaan tak terkendali.
Semula, pihak ICE dan Interpol bersama para jurnalis sudah sepakat peliputan dan pengambilan gambar akan dilakukan dari jarak lima meter. Namun entah apa sebabnya, keadaan menjadi kacau sesaat setelah Sherny ke luar dari Terminal 2F menuju Kantor Penerbangan Bandara Soekarno-Hatta, tempat semestinya proses serah terima dilakukan.
Menurut Dharmono, ada beberapa langkah penting yang dilakukan penegak hukum saat di Bandara Soekarno-Hatta terkait Sherny. Pertama, kata dia, penyerahan terpidana dari Amerika Serikat. Kedua, penyerahan terpidana dari Imigrasi ke Tim Terpadu untuk segera mengambil langkah-langkah hukum. Ketiga, penangkapan terpidana oleh Jaksa Jakarta Pusat dalam melaksanakan putusan hakim.
Tuesday, June 12, 2012
korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia
Thursday, June 7, 2012
PDI Perjuangan Siap Dukung Incumbent Syahrul Yasin Limpo
Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan mengisyaratkan siap kembali mendukung incumbent Syahrul Yasin Limpo di Pilgub Sulsel 2013 asalkan mampu mendongkrak perolehan suara PDIP di Pemilu 2014. Syarat tersebut diungkapkan Sekjen PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo seusai melakukan pertemuan dengan Syahrul di Kantor DPP PDI Perjuangan Jalan Lenteng Agung,Jakarta, kemarin. Syahrul hadir di DPP untuk menyampaikan visi misinya kepada partai yang dipimpin Megawati Soekarno Putri itu. Berkurangnya perolehan kursi partai berlambang banteng moncong putih ini di DPRD Sulsel dipertanyakan DPP dalam pemaparan visi dan misi Syahrul tersebut.
Lima orang pengurus DPP PDI Perjuangan menerima Syahrul Yasin Limpo di antaranya Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo, dan Ketua Bidang Keagamaan DPP Hamka Haq. Kepada wartawan, Tjahjo Kumolo mengungkapkan, kendati pada pilgub lalu tidak memiliki kontrak politik untuk mendongkrak suara partai, namun perolehan kursi PDI justru anjlok.Padahal,Syahrul Yasin Limpo notabene diusung PDI Perjuangan pada pilgub 2007 lalu.
“Sebagai gubernur yang diusung PDI Perjuangan, Syahrul Yasin Limpo sangat berhasil. Tapi posisi politik dipertanyakan kenapa suara partai anjlok di Sulsel,”jelasnya usai pemaparan visi dan misi kepada media, kemarin. Sekadar diketahui,pada Pemilu 2009 lalu,PDI Perjuangan hanya mampu meraih tiga kursi. Padahal, pada periode sebelumnya, partai ini berhasil mendudukkan lima wakilnya di DPRD Sulsel.
Sementara,dua partai pengusung pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang (Sayang) pada pilgub 2007 yakni Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) masing-masing mendapatkan tujuh kursi. “Tapi Syahrul Yasin Limpo tidak bisa dimintai pertanggungjawabannya karena ini menjadi wilayah DPD I PDI Perjuangan Sulsel yang memang gagal. Kami hanya meminta apa programnya jika kembali terpilih lima tahun kedepan,”tandasnya.
Kendati demikian, Tjahjo Kumolo menyatakan, kebersamaan selama lima tahun terakhir menjadi strong point bagi Syahrul Yasin Limpo.Apalagi, dalam pandangan partai, incumbent mampu mengimplementasikan misi PDI Perjuangan untuk menyejahterahkan rakyat sesuai dengan empat pilar kebangsaan. Terkait kriteria calon yang akan diusung, Tjahjo mengungkapkan, calon gubernur yang akan diusung dalam Pilgub Sulsel secara politik dan ideologis tidak mengganggu komitmen PDI Perjuangan.
Politikus kelahiran 1 Desember 1957 ini menambahkan, hasil pemaparan visi dan misi dua bakal calon gubernur ini akan disampaikan ke Ketua Umum PDI Perjuangan,Megawati Soekarno Putri.Penetapan cagub usungan akan dilakukan dalam rapat pleno yang melibatkan DPD Sulsel. “Kemungkinan pekan depan sudah dilakukan pleno dan diterbitkan rekomendasi cagub yang diusung dalam Pilgub Sulsel,”tambahnya.
Terpisah,Syahrul Yasin Limpo mengaku optimistis kembali diusung PDI Perjuangan. Menurutnya, keberhasilan yang diraih dalam lima tahun terakhir tidak lepas dari peran partai tersebut sebagai pengusung dalam pilgub 2007 lalu. Mantan Bupati Gowa dua periode ini mengatakan, kebersamaan tersebut menjadi nilai plus dalam upaya menggaet dukungan PDI Perjuangan.
“Pemaparan saya tadi mengenai keberhasilan pembangunan Sulsel khususnya menyejahterakan rakyat Sulsel yang sekaligus menjadi pertanggung jawaban sebagai cagub yang diusung dalam pilgub lalu,”jelasnya. Kendati demikian, Syahrul mengaku tetap mengikuti mekanisme yang ditetapkan partai tersebut.Menurutnya, prosedur tersebut sudah baku dan berlaku di seluruh daerah.
“Mudah-mudahan keberhasilan itu memperkuat penetapan DPP. Saya optimistis kembali diusung,”tambahnya. Sementara,Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sulsel, Rudy Pieter Goni menambahkan,bakal calon gubernur Ilham Arief Sirajudddin dijadwalkan akan memaparkan visi dan misi, Kamis (7/6) hari ini.
Lima orang pengurus DPP PDI Perjuangan menerima Syahrul Yasin Limpo di antaranya Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo, dan Ketua Bidang Keagamaan DPP Hamka Haq. Kepada wartawan, Tjahjo Kumolo mengungkapkan, kendati pada pilgub lalu tidak memiliki kontrak politik untuk mendongkrak suara partai, namun perolehan kursi PDI justru anjlok.Padahal,Syahrul Yasin Limpo notabene diusung PDI Perjuangan pada pilgub 2007 lalu.
“Sebagai gubernur yang diusung PDI Perjuangan, Syahrul Yasin Limpo sangat berhasil. Tapi posisi politik dipertanyakan kenapa suara partai anjlok di Sulsel,”jelasnya usai pemaparan visi dan misi kepada media, kemarin. Sekadar diketahui,pada Pemilu 2009 lalu,PDI Perjuangan hanya mampu meraih tiga kursi. Padahal, pada periode sebelumnya, partai ini berhasil mendudukkan lima wakilnya di DPRD Sulsel.
Sementara,dua partai pengusung pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang (Sayang) pada pilgub 2007 yakni Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) masing-masing mendapatkan tujuh kursi. “Tapi Syahrul Yasin Limpo tidak bisa dimintai pertanggungjawabannya karena ini menjadi wilayah DPD I PDI Perjuangan Sulsel yang memang gagal. Kami hanya meminta apa programnya jika kembali terpilih lima tahun kedepan,”tandasnya.
Kendati demikian, Tjahjo Kumolo menyatakan, kebersamaan selama lima tahun terakhir menjadi strong point bagi Syahrul Yasin Limpo.Apalagi, dalam pandangan partai, incumbent mampu mengimplementasikan misi PDI Perjuangan untuk menyejahterahkan rakyat sesuai dengan empat pilar kebangsaan. Terkait kriteria calon yang akan diusung, Tjahjo mengungkapkan, calon gubernur yang akan diusung dalam Pilgub Sulsel secara politik dan ideologis tidak mengganggu komitmen PDI Perjuangan.
Politikus kelahiran 1 Desember 1957 ini menambahkan, hasil pemaparan visi dan misi dua bakal calon gubernur ini akan disampaikan ke Ketua Umum PDI Perjuangan,Megawati Soekarno Putri.Penetapan cagub usungan akan dilakukan dalam rapat pleno yang melibatkan DPD Sulsel. “Kemungkinan pekan depan sudah dilakukan pleno dan diterbitkan rekomendasi cagub yang diusung dalam Pilgub Sulsel,”tambahnya.
Terpisah,Syahrul Yasin Limpo mengaku optimistis kembali diusung PDI Perjuangan. Menurutnya, keberhasilan yang diraih dalam lima tahun terakhir tidak lepas dari peran partai tersebut sebagai pengusung dalam pilgub 2007 lalu. Mantan Bupati Gowa dua periode ini mengatakan, kebersamaan tersebut menjadi nilai plus dalam upaya menggaet dukungan PDI Perjuangan.
“Pemaparan saya tadi mengenai keberhasilan pembangunan Sulsel khususnya menyejahterakan rakyat Sulsel yang sekaligus menjadi pertanggung jawaban sebagai cagub yang diusung dalam pilgub lalu,”jelasnya. Kendati demikian, Syahrul mengaku tetap mengikuti mekanisme yang ditetapkan partai tersebut.Menurutnya, prosedur tersebut sudah baku dan berlaku di seluruh daerah.
“Mudah-mudahan keberhasilan itu memperkuat penetapan DPP. Saya optimistis kembali diusung,”tambahnya. Sementara,Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sulsel, Rudy Pieter Goni menambahkan,bakal calon gubernur Ilham Arief Sirajudddin dijadwalkan akan memaparkan visi dan misi, Kamis (7/6) hari ini.
Subscribe to:
Posts (Atom)