Account Officer PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) Cabang Makassar Luky Julianto mengatakan, sudah ada sekitar 97 perusahaan di Bantaeng ikut kepesertaan Jamsostek. Untuk sektor formal ada tiga perusahaan yang sudah ikut Jamsostek. “Alhamdulillah, kami melihat perkembangan signifikan untuk keanggotaan kepesertaan Jamsostek di Bantaeng. Sebagian besar perusahaan tersebut berada di sektor industri,” ungkap Luky Julianto, di Kantor Dinsosnakertrans Bantaeng, kemarin.
Bagian Verifikator Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) PT Jamsostek Makassar Sunardi Syahid mengatakan, Bantaeng punya banyak potensi kelompok usaha dan industri yang memiliki risiko kerja tinggi. Dengan masuk Program Jamsostek, minimal dapat mengurangi beban kelompok dan perusahaan tersebut.“Khususnya Pemeliharaan Kesehatan dan Jaminan Kecelakaan,” ujarnya.
Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinsosnakertrans Bantaeng Syahrul Bayan, menjelaskan pihaknya membantu sosialisasi Jamsostek di Bantaeng,sekaligus mendatangi RSUD Prof Anwar Makkatutu merancang kerja sama dengan PT Jamsostek. Kerja sama ini bertujuan menjadikan RSUD Prof Anwar Makkatutu, sebagai rumah sakit rujukan Jamsostek Program JPK.
“Saat ini, kami lakukan upaya sinergi dengan pihak Jamsostek Cabang Makassar, agar terjadi peningkatan kepesertaan perlindungan tenaga kerja, baik sektor formal maupun informal di Kabupaten Bantaeng,” ujar Syahrul Tim Sosialisasi Jamsostek menurut Syahrul, memaparkan tentang Program Jamsostek yang terdiri dari Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK).
Hal itu sebagai tindak lanjut surat edaran Bupati Bantaeng No 450/469/VIII/2011 tentang pelaksanaan perlindungan Jamsostek bagi tenaga kerja di Bantaeng. Demikian catatan online Wong Ndeso yang berjudul Account Officer PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja.
Thursday, September 22, 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment